Aku dan dia.
berada dalam sebuah direksi tak berarah.
bukan diatas, bukan dibawah
seolah terombang-ambing di tengah cahaya.
Dia melangkah tanpa sengaja
membuat tempatku berpijak tak lagi sama
aku mengikutinya
mencoba mengejar, namun tak pernah tercapai
perbedaan dimensi ini yang menggagalkan
hingga tiba suatu saat aku berhadapan dengannya begitu saja
tiba-tiba! tanpa sengaja!
tertunduk ku dalam diam
terpaku dalam kekakuan.
tatapannya, matanya, tak bisa ku terka
sedang dimataku tampak jelas kerinduan, hingga menghadirkan buliran airmata.
lama.
belum juga ada satu kata memecah keheningan
akhirnya kuputuskan untuk memulai
melangkah maju mencoba tuk meninggalkan
meninggalkan dia sebagai masa lalu
kuraih pintu dihadapanku
menarik nafas panjang dan meyakinkan hatiku
siap tuk melangkah maju.
namun seketika, dia menarikku,
membawa ku dalam dekapannya.
lalu, tanpa sedikitpun suara, mengalirkan kehangatan di bibirku,
terpaku ku dalam peluknya.
lalu dia berkata
perkataan yang mengikatku selamanya
bahwa dia tak akan pernah membiarkan ku pergi lagi darinya.
Blogroll
Labels
- LuVhiniCha's words
About
Tampilkan postingan dengan label LuVhiniCha's words. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LuVhiniCha's words. Tampilkan semua postingan
Hanya aku!
hanya aku yang bisa mengerti bahasaku.
tiap kata dalam bahasa yang ku tuliskan.
benar-benar hanya aku!
tak ada orang lain yang bisa memahami persis seperti aku memahaminya.
tak ada.
satupun tidak!
kata-kata ku adalah apa yang ku pikirkan.
tidak ada satupun yang mengerti.
tidak kau
dia
apalagi mereka.
benar, kau, dia, atau mereka mungkin akan memiliki pemahaman yang berbeda.
percaya atau tidak, apa yang ada di pikiran kalian itu bukanlah yang kumaksudkan.
hanya aku yang bisa mengerti bahasaku.
tiap kata dalam bahasa yang ku tuliskan.
benar-benar hanya aku!
tak ada orang lain yang bisa memahami persis seperti aku memahaminya.
tak ada.
satupun tidak!
kata-kata ku adalah apa yang ku pikirkan.
tidak ada satupun yang mengerti.
tidak kau
dia
apalagi mereka.
benar, kau, dia, atau mereka mungkin akan memiliki pemahaman yang berbeda.
percaya atau tidak, apa yang ada di pikiran kalian itu bukanlah yang kumaksudkan.
Categories
LuVhiniCha's words
keheningan pecah karena kicauan burung-burung liar di atas sana.
tiba-tiba bernyanyi menghibur.
menyadarkan aku yang tenggelam dalam lamunan.
tiba-tiba bernyanyi menghibur.
menyadarkan aku yang tenggelam dalam lamunan.
Categories
LuVhiniCha's words
dia
membolak-balikkan perasaan
merubahnya tiap sebentar
dia
membuat seolah buta rasa
tak tau lagi perasaan apa yang sedang terasa
sebentar ini
sebentar itu
membingungkan.
karena tak dapat dibedakan
membolak-balikkan perasaan
merubahnya tiap sebentar
dia
membuat seolah buta rasa
tak tau lagi perasaan apa yang sedang terasa
sebentar ini
sebentar itu
membingungkan.
karena tak dapat dibedakan
Categories
LuVhiniCha's words
Stay AWAY!
whatever it is about,
whatever is happening to you,
I DON'T care.
and I will NEVER Care!
Whatever people will say about me.
I don't Care either.
that's Enough.
just stop being who you are,
stop being yourself.
I do NOT Like your attitude.
I don't Like your Character.
I don't like ANYTHING about you!
I JUST don't Like you.
not even a little.
the point is: I HATE you!
Stop telling me what to do.
Let me do what I wanna do.
Stop telling me who and what I should be.
I know what I'll be.
Don't tell me how to act.
Don't tell me what to say!
Just please
don't Care anything about Me!
Care? no more.
Leave me! and
Stay away.
whatever it is about,
whatever is happening to you,
I DON'T care.
and I will NEVER Care!
Whatever people will say about me.
I don't Care either.
that's Enough.
just stop being who you are,
stop being yourself.
I do NOT Like your attitude.
I don't Like your Character.
I don't like ANYTHING about you!
I JUST don't Like you.
not even a little.
the point is: I HATE you!
Stop telling me what to do.
Let me do what I wanna do.
Stop telling me who and what I should be.
I know what I'll be.
Don't tell me how to act.
Don't tell me what to say!
Just please
don't Care anything about Me!
Care? no more.
Leave me! and
Stay away.
Categories
LuVhiniCha's words
Siang itu, saat matahari masih berusaha meloloskan cahayanya dari kumpulan awan hitam yang ada,
aku duduk sendiri.
Lingkungan sekitarku begitu sepi
hingga suara angin yang berhembus kencang itu terdengar jelas.
Lewat menerpa, membisikkan kata yang tak kumengerti.
ku tetap duduk terpaku dalam diam,
tak beranjak meski angin mengusirku.
tetap duduk memeluk lututku yang perlahan mulai terasa membeku.
Rambutku yang mulai memanjang pun, ikut menari mengikuti irama angin.
Siang ini begitu berbeda,
matahari hanya mengintip,
awan hitam itu merasa begitu riang hingga ia meneteskan air mata kegembiraannya.
Angin berhembus begitu kencang,
menghantam dedaunan hingga mereka menjerit kesakitan.
kubaringkan tubuhku yang makin melemah.
rerumputan hijau yang sedikit basah terasa menyejukkan.
ah, benar-benar membuatku merasa damai.
tampak jelas olehku awan-awan hitam itu.terus bergerak, saling berkejaran dalam kecerian yang sama sekali tak ku mengerti.
tetesan air yang menyerbu ini pun terlihat begitu indah
memberikan kilauan saat tersentuh cahaya
dan, walaupun berisik, suaranya tetesan ini terdengar menenangkan.
entah mengapa
yang kurasakan hanya ketenangan
kedamaian yang tak bisa kugambarkan
aku terbuai
hingga tak kusadari
aku tak kan bisa lagi kembali
aku duduk sendiri.
Lingkungan sekitarku begitu sepi
hingga suara angin yang berhembus kencang itu terdengar jelas.
Lewat menerpa, membisikkan kata yang tak kumengerti.
ku tetap duduk terpaku dalam diam,
tak beranjak meski angin mengusirku.
tetap duduk memeluk lututku yang perlahan mulai terasa membeku.
Rambutku yang mulai memanjang pun, ikut menari mengikuti irama angin.
Siang ini begitu berbeda,
matahari hanya mengintip,
awan hitam itu merasa begitu riang hingga ia meneteskan air mata kegembiraannya.
Angin berhembus begitu kencang,
menghantam dedaunan hingga mereka menjerit kesakitan.
kubaringkan tubuhku yang makin melemah.
rerumputan hijau yang sedikit basah terasa menyejukkan.
ah, benar-benar membuatku merasa damai.
tampak jelas olehku awan-awan hitam itu.terus bergerak, saling berkejaran dalam kecerian yang sama sekali tak ku mengerti.
tetesan air yang menyerbu ini pun terlihat begitu indah
memberikan kilauan saat tersentuh cahaya
dan, walaupun berisik, suaranya tetesan ini terdengar menenangkan.
entah mengapa
yang kurasakan hanya ketenangan
kedamaian yang tak bisa kugambarkan
aku terbuai
hingga tak kusadari
aku tak kan bisa lagi kembali
Categories
LuVhiniCha's words
Ah, here I am again,
in the middle of nowhere.
Alone,
just emptiness around.
this darkness has become my friend,
without me realizing it.
Holding me tight.
but still,
I am frightened,
to this terrible sensation.
burning fire,
freezing air,
such atmosphere. . .
kills me!
in the middle of nowhere.
Alone,
just emptiness around.
this darkness has become my friend,
without me realizing it.
Holding me tight.
but still,
I am frightened,
to this terrible sensation.
burning fire,
freezing air,
such atmosphere. . .
kills me!
Categories
LuVhiniCha's words
Hebat!
aku selalu kacau bila tentangnya.
perasaan ini seketika rusak
tercampur menjadi satu
seolah dialah perusak hidupku
tapi,
aku tak bisa membencinya
tidak
bahkan hanya untuk mengalihkan diri darinya
aku tak bisa
selalu saja
ingin tahu apa yang terjadi padanya
itu karena
aku sempat menyayanginya
dia sempat menjadi sahabat terbaikku
tapi,
diluar perhitunganku,
dia berbalik menjadi orang yang menorehkan luka terdalam dalam hatiku
memberikan kenangan terburuk dalam ingatanku
aku selalu kacau bila tentangnya.
perasaan ini seketika rusak
tercampur menjadi satu
seolah dialah perusak hidupku
tapi,
aku tak bisa membencinya
tidak
bahkan hanya untuk mengalihkan diri darinya
aku tak bisa
selalu saja
ingin tahu apa yang terjadi padanya
itu karena
aku sempat menyayanginya
dia sempat menjadi sahabat terbaikku
tapi,
diluar perhitunganku,
dia berbalik menjadi orang yang menorehkan luka terdalam dalam hatiku
memberikan kenangan terburuk dalam ingatanku
Categories
LuVhiniCha's words
aku disini
duduk sendiri dibawah hamparan langit
menikmati hembusan udara yang tak terlihat
membelai tiap helai rambutku dengan lembut
membawaku kedalam kedamaian diriku
perlahan, warna langit mulai berubah
makin lama makin gelap
didahului oleh warna jingga nan indah
burung-burung pun terbang kembali ketempat asalnya
menghiasi indahnya langit sore ini
aku terpanah, terbuai
lalu berbaring di atas rerumputan hijau yang sedikit basah
basah terkena rintikan air hujan yang sempat datang sebelumnya
sejuk
sangat sejuk terasa di tubuhku
ku rasakan ketenangan yang teramat sangat saat itu
tenang dan damai
bahkan nyaris membuatku terlelap
tanpa sadar aku tersenyum
mengagumi semua yang ada di depan mataku
dan lihat!
bulan purnama mulai menampakkan diri
sebentar lagi bintang-bintang juga akan datang menemani
betapa indahnya malam ini
hingga aku merasa seolah milikku sendiri
duduk sendiri dibawah hamparan langit
menikmati hembusan udara yang tak terlihat
membelai tiap helai rambutku dengan lembut
membawaku kedalam kedamaian diriku
perlahan, warna langit mulai berubah
makin lama makin gelap
didahului oleh warna jingga nan indah
burung-burung pun terbang kembali ketempat asalnya
menghiasi indahnya langit sore ini
aku terpanah, terbuai
lalu berbaring di atas rerumputan hijau yang sedikit basah
basah terkena rintikan air hujan yang sempat datang sebelumnya
sejuk
sangat sejuk terasa di tubuhku
ku rasakan ketenangan yang teramat sangat saat itu
tenang dan damai
bahkan nyaris membuatku terlelap
tanpa sadar aku tersenyum
mengagumi semua yang ada di depan mataku
dan lihat!
bulan purnama mulai menampakkan diri
sebentar lagi bintang-bintang juga akan datang menemani
betapa indahnya malam ini
hingga aku merasa seolah milikku sendiri
Categories
LuVhiniCha's words
Akhirnya tetes air hujan itu pun jatuh
setelah menahan diri untuk tetap berada diatas sana
menciptakan gelombang pada genangan yang ada dibawahnya
genangan itu tak bergeming
walau ia tahu tetesan itu akan menghancurkannya
dia tetap saja
tak melawan. tak menolak.
membiarkan tetesan itu jatuh
dan menghantamnya
setelah menahan diri untuk tetap berada diatas sana
menciptakan gelombang pada genangan yang ada dibawahnya
genangan itu tak bergeming
walau ia tahu tetesan itu akan menghancurkannya
dia tetap saja
tak melawan. tak menolak.
membiarkan tetesan itu jatuh
dan menghantamnya
Categories
LuVhiniCha's words
Tidak,
kau tidak merebut semua tempatku berteduh.
kau hanya,
sedikit menggesernya.
sehingga aku basah, karena rintik hujan diluar sana.
jangan khawatir.
walaupun basah, aku baik-baik saja
karena hujan ini
masih berupa rintik-rintik kecil
kau tidak merebut semua tempatku berteduh.
kau hanya,
sedikit menggesernya.
sehingga aku basah, karena rintik hujan diluar sana.
jangan khawatir.
walaupun basah, aku baik-baik saja
karena hujan ini
masih berupa rintik-rintik kecil
Categories
LuVhiniCha's words
Melukiskan jejak di pinggiran jalan tak terbatas
Menapaki tiap titiknya dengan tertunduk letih
entah sedih
entah mati
tertunduk dalam diam
mencoba merajut kata
sendiri
menanti tiap jiwa
tuk bersatu kembali
Menapaki tiap titiknya dengan tertunduk letih
entah sedih
entah mati
tertunduk dalam diam
mencoba merajut kata
sendiri
menanti tiap jiwa
tuk bersatu kembali
Categories
LuVhiniCha's words
bintang jatuh yang perlahan menghilang!
memberikan garis terang di tengah langit hitam membentang
melukis keindahan dalam pandangan
menancapkan panah pada hati yang terdiam
memberikan garis terang di tengah langit hitam membentang
melukis keindahan dalam pandangan
menancapkan panah pada hati yang terdiam
Categories
LuVhiniCha's words
kutemukan pelangi itu
ada dalam dirimu
keindahannya mengalir dalam desiran darahku
menyebarkannya ke seluruh jiwa ragaku
pelangi penuh warna nan indah. :)
aku bahagia hanya dengan melihatnya
tak bisa ku bayangkan akan seperti apa bila aku bisa memilikinya
ada dalam dirimu
keindahannya mengalir dalam desiran darahku
menyebarkannya ke seluruh jiwa ragaku
pelangi penuh warna nan indah. :)
aku bahagia hanya dengan melihatnya
tak bisa ku bayangkan akan seperti apa bila aku bisa memilikinya
Categories
LuVhiniCha's words
Pelangi itu seharusnya hadir
Karena hujan telah pergi
Tapi tidak
Tidak ada taburan warna-warna indah dilangit saat ini
Hanya awan mendung yang masih belum mau pergi
Gelap
sendu
Waktu mulai beranjak
Malam pun tiba
Bulan dan bintang juga tak muncul
Langit tetap gelap tanpa hiasan
Tak berwarna
hampa
Karena hujan telah pergi
Tapi tidak
Tidak ada taburan warna-warna indah dilangit saat ini
Hanya awan mendung yang masih belum mau pergi
Gelap
sendu
Waktu mulai beranjak
Malam pun tiba
Bulan dan bintang juga tak muncul
Langit tetap gelap tanpa hiasan
Tak berwarna
hampa
Categories
LuVhiniCha's words
Kau benar-benar tlah melepaskannya
Mungkin tak lagi menginginkannya
Ya, itu baik untukmu
Karena dia hanyalah ilusi semata
Tak nyata dan tak tersentuh
Kau layak mendapatkan yang lebih baik darinya
Salah satu diantara mereka
Pasti memiliki satu hal yang sama
Yakinlah, perlahan tapi pasti
Kau akan menemukannya
Mungkin tak lagi menginginkannya
Ya, itu baik untukmu
Karena dia hanyalah ilusi semata
Tak nyata dan tak tersentuh
Kau layak mendapatkan yang lebih baik darinya
Salah satu diantara mereka
Pasti memiliki satu hal yang sama
Yakinlah, perlahan tapi pasti
Kau akan menemukannya
Categories
LuVhiniCha's words
tak seindah pelangi
bulan bintang
atau apapun yang indah dimatamu
sama sekali tak seperti dia
dia yang kau cintai
aku hanyalah aku
diriku dalam tiap kesederhanaan gaya hidup yang aku miliki
tapi aku juga memiliki
seperti hujan yang memiliki pelangi
aku punya perasaan
perasaan indah melebihi apapun yang pernah kau lihat
begitu indah hingga akan kau rasakan disekujur tubuhmu
mengikuti aliran darahmu
ada disetiap hembus napasmu
kau akan tahu, jika hanya kau ingin memilikinya
bulan bintang
atau apapun yang indah dimatamu
sama sekali tak seperti dia
dia yang kau cintai
aku hanyalah aku
diriku dalam tiap kesederhanaan gaya hidup yang aku miliki
tapi aku juga memiliki
seperti hujan yang memiliki pelangi
aku punya perasaan
perasaan indah melebihi apapun yang pernah kau lihat
begitu indah hingga akan kau rasakan disekujur tubuhmu
mengikuti aliran darahmu
ada disetiap hembus napasmu
kau akan tahu, jika hanya kau ingin memilikinya
Categories
LuVhiniCha's words
airmata
sekali jatuh, sulit tuk menghentikannya
tak perlu mengungkapkan apa-apa
hanya dengan tetesan itu semua rasa tlah terbaca
beribu kata didalamnya
tak perlu berkata
tak perlu apapun
aku disini
duduk sendiri menatap langit
dalam diam dengan berjuta usaha
menenangkan hati
melawan tekanan di dada
menghalangi airmata ini tuk keluar dari pelupuk mata
malam hanya diam
tak mencoba menghiburku
bulan dan bintang juga tetap disana
diam dan bersinar
menerangi wajahku yang basah
hanya keheningan
membuatku semakin tertekan
hingga airmata ini tak terbendung lagi
menangis,
ya aku menangis
hingga aku merasa tak ingin lagi bernafas
karena dalam tiap tarikan nafasku
airmata ini selalu terdorong tuk keluar
nafas ini seperti pompa baginya
mendorong dan menyesakkan
memaksa
sekali jatuh, sulit tuk menghentikannya
tak perlu mengungkapkan apa-apa
hanya dengan tetesan itu semua rasa tlah terbaca
beribu kata didalamnya
tak perlu berkata
tak perlu apapun
aku disini
duduk sendiri menatap langit
dalam diam dengan berjuta usaha
menenangkan hati
melawan tekanan di dada
menghalangi airmata ini tuk keluar dari pelupuk mata
malam hanya diam
tak mencoba menghiburku
bulan dan bintang juga tetap disana
diam dan bersinar
menerangi wajahku yang basah
hanya keheningan
membuatku semakin tertekan
hingga airmata ini tak terbendung lagi
menangis,
ya aku menangis
hingga aku merasa tak ingin lagi bernafas
karena dalam tiap tarikan nafasku
airmata ini selalu terdorong tuk keluar
nafas ini seperti pompa baginya
mendorong dan menyesakkan
memaksa
Categories
LuVhiniCha's words
terlalu jauh
hingga tak dapat tercapai lagi
tak ada jalan menujunya
tidak satupun
jembatan itu tlah runtuh
jalan itu tlah hancur
ombak dilautan pun terlalu ganas untukku berlayar
sungai tak lagi dapat disebrangi
cuaca tak pernah diam, hingga tak dapat aku terbang menujunya
terlalu sulit menggapainya
sudah sangat tidak mungkin untuk mendapatkannya kembali
hingga tak dapat tercapai lagi
tak ada jalan menujunya
tidak satupun
jembatan itu tlah runtuh
jalan itu tlah hancur
ombak dilautan pun terlalu ganas untukku berlayar
sungai tak lagi dapat disebrangi
cuaca tak pernah diam, hingga tak dapat aku terbang menujunya
terlalu sulit menggapainya
sudah sangat tidak mungkin untuk mendapatkannya kembali
Categories
LuVhiniCha's words
suara itu.
hanya suara tanpa terlihat rupa.
Saat aku mendengar suara itu.
tiba-tiba saja semua menjadi buyar.
tak tersusun lagi.
Wow!
suara itu yang aku suka.
menghilangkan konsentrasiku seketika.
benar-benar hilang.
tak lagi kuperhatikan apa yang harus ku perhatikan.
tidak juga mendengarkan isi pembicaraan
hanya tertuju pada suara yang menenangkan
dan senyum geli yang tak sanggup ku tahan.
senyum lagi dan lagi,
nyaris tertawa.
tak ku sangka, suara itu akan ada di tengah kesibukanku.
menjadi penghibur, mendamaikan lagi suasana.
menghilangkan ketegangan disaat itu seketika.
hanya suara tanpa terlihat rupa.
Saat aku mendengar suara itu.
tiba-tiba saja semua menjadi buyar.
tak tersusun lagi.
Wow!
suara itu yang aku suka.
menghilangkan konsentrasiku seketika.
benar-benar hilang.
tak lagi kuperhatikan apa yang harus ku perhatikan.
tidak juga mendengarkan isi pembicaraan
hanya tertuju pada suara yang menenangkan
dan senyum geli yang tak sanggup ku tahan.
senyum lagi dan lagi,
nyaris tertawa.
tak ku sangka, suara itu akan ada di tengah kesibukanku.
menjadi penghibur, mendamaikan lagi suasana.
menghilangkan ketegangan disaat itu seketika.
Categories
LuVhiniCha's words
Langganan:
Postingan (Atom)