- November 23, 2012 0 komentar
Kau datang dengan senyuman termanis diwajahmu
saat itu, malaikat bersayap lah yang kulihat
kau memberikan sebuah hal terindah
hingga senyum pun terlukiskan di wajahku

Namun, hal terindah itu berubah
menjadi racun yang menyebar ke dalam diriku
tak terlihat lagi senyuman manis itu
berganti pada senyuman licik yang menyayat hati
saat ini, bukan lagi malaikat yang kulihat
melaikan iblis yang menyaksikanku tersiksa.

racun itupun menyebar
masuk perlahan
sedikit demi sedikit menyatu dalam diriku
menghilangkan senyuman itu, menghapus kebahagiaanku.
- November 14, 2012 0 komentar
Bagaimana dan seperti apa seharusnya?
tak mungkin aku terus berpura-pura.
letih dan menyakitkan.

Bagaimana seharusnya?
saat mataku masih terpaku.
pikiranku masih tersita.

seperti apa seharusnya?
saat berada dalam pilihan-pilihan ini.
pilihan yang sebenarnya aku tlah tahu yang mana 'yang baik untukku'
namun tetap ku lakukan yang 'tidak baik untukku' .
entahlah.
aku hanya merasa inilah yang benar.
meski terlihat bodoh, tapi inilah yang benar.
setidaknya itu kata hatiku, ketika pikiranku tetap menentang.

yang aku tahu,
aku tak ingin merusak ini.
merusak lagi sesuatu yang bahkan belum sepenuhnya diperbaiki.
tak ingin membuatnya lebih buruk.
masih berusaha merayu hatiku untuk berdamai dengan ini setelah sekian lama waktu berlalu.
berdamai hingga aku bahkan tak menyadari kalau hal itu pernah ada.
masih membujuk pikiranku untuk mengizinkanku menghapus memori tentang itu.
letih untuk terus berpura-pura seperti ini.
- November 14, 2012 1 komentar
masalahnya adalah
bintang itu terlalu jauh dan terlalu tinggi untuk ku raih!
tak akan bisa!
karena ada jutaan bintang disana.
aku tak akan mengenali yang mana bintang yang aku ingini itu.
tak akan pernah bisa ku ambil dan kusimpan.
karena itu bukan milikku.
bahkan cahayanya pun bukan.
dan tetap tak bisa kumiliki.

galaksi luas disana!
beri aku kesempatan untuk melihat yang mana bintangku?
izinkan dia untuk bersinar lebih terang.
agar sahabat-sahabatku disana dapat menemukannya dengan mudah.
kenapa? bahkan akupun tak kau izinkan untuk melihatnya?
padahal aku tlah jatuh hati pada bintang itu.
bintang yang sinarnya paling terang dan bersinar lebih lama.
bila begini akhirnya,
kenapa kau izinkan aku melihatnya malam itu? bahkan malam-malam sesudahnya?
mataku sudah terlanjur terpaku padanya.
sekarang bintang itu bahkan tak pernah ada.
di setiap malam aku nantikan kehadirannya.
- November 12, 2012 0 komentar
Dan pada akhirnya...
bintang itu benar-benar redup.
tanpa sedikitpun cahaya yang tersisa.
jatuh tak berdaya.
mengikuti kemana saja angin mengiringnya.
jatuh
menjadi satu diantara jutaan meteor
nyaris tak terlihat.

pada akhirnya,
bunga itu pun layu. tak sanggup lagi 'tuk mempertahankan warna indahnya.
tak lagi harum semerbak mempesona.
tak lagi menarik mata 'tuk memandangnya.
kini jatuh
jatuh tanpa perlawanan ke atas tanah yang basah itu.

Dan akhirnya,
galaksi itu menjadi gelap.
planet dan bintang-bintang bersembunyi darinya.
tak muncul untuk mengindahkannya.
satu per satu planet dan bintang itu menghilang.
Berusaha untuk menghilang hingga tak lagi terlihat.

Pada akhirnya,
awan itu menjadi gelap.
pantulan biru kilau samudra perlahan memudar.
kegelapan pun mulai menyebar.
rintik-rintik air hujan mulai jatuh.
jatuh tanpa halangan ke bumi yang kering kerontang.
menghantam tanpa ampunan.
Sakit!
bumi merintih, tapi hujan tak akan pernah mempedulikan.

Dan pada akhirnya.
semua Berakhir!
- November 11, 2012 0 komentar
Runyam.
semua kebingungan pun datang.
bimbang.
membuat otakku bekerja keras untuk menemukan solusinya.
bagaimana harus bertindak?
bagaimana harus bersikap? bahkan bagaimana berkata-kata pun aku tak tahu.
hanya saja, terlalu rumit!

serba salah!
yang kuharapkan Ini, tapi yang diharapkan malah Itu.
Hanya ingin sebatas ini, tapi selalu diminta sebatas itu!
Aaaaaah, entahlah!
aku tak tahu harus apa.
menjelaskanpun aku tak bisa.
menyebalkan!

tak mau salah berucap! sungguh!
haruskah aku menjaganya?
ingin, tapi aku tak mau! karena ku tahu, pasti akan kurusak!
akan hancur olehku.
bagaimana menghindarinya?
aku pun tak tahu caranya.
cara yang halus dan tak menggores sedikitpun.

Cih, semuanya terkesan sangat sulit.
membuatku makin membencinya!
- November 03, 2012 0 komentar
Apa?
tak terpikirkan apapun.
hanya ruang kosong.
hanya satu yang terasa saat ini.
yang terasa hanya, perasaan MUAK atas tindakan dan tingkah itu.
hujan di luar sanalah yang menenangkan ku.
suara rintikannya di atap. dan...
percikan tiap tetesnya yang memecah sekumpulan air lainnya.
membujukku 'tuk tidak memikirkan itu.
menenangkan amarah yang sudah mulai meningkat.

aku tak begitu suka, sungguh!
tapi apa lagi yang bisa kuperbuat?
aku tak bisa menuntut apapun.
tidak lagi.

tak lagi aku menuntut orang lain menjadi sperti yang ku mau.
cukup satu kali disaat itu.
sekarang,aku biarkan saja dia menjadi dirinya.
apapun yang menurutnya benar!
tak akan ku tentang, sampai benar-benar melewati batas.
biarlah aku menyimpan kekesalan, sampai hari disaat semua itu akan terungkap kan.
- Oktober 31, 2012 0 komentar
'melupakan' ya?
benar, sepertinya memang harus demikian.
namun,
hanya saja...
aku rasa aku tak akan mampu untuk itu.

melupakan.
semacam kata sederhana dengan ratusan juta tanya setelahnya.
menabur titik-titik keraguan.
menyebar sedikit keindahan dalam kenangan.

'lupa' ya?
benar, aku tak akan bisa.
berapa kali pun aku memerintahkan diriku,
aku akan gagal.
dan...
walaupun nantinya akan terkesan lupa,
aku akan segera ingat kembali saat setitik bagian kenangan itu datang.
maaf, hanya saja...aku memang tak bisa!

maaf,
tapi itu saran yang sulit, teman!
 

LuvhiniCha Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review