mentari mulai tersenyum riang
membagi kehangatan
dalam satu pelukan
kumpulan gelombang yang tenang
dalam satu dekapan
hanya terdiam
terpancar dalam kilauan
sampai akhirnya dia datang
membelah genangan
hingga ketenangan pun hilang
terhancurkan!
namun menghadirkan keindahan
memberi kedamaian dalam pandangan
indah
menawan
angin membelai lembut
cahaya menerpa
melodi indah meliputi
aku
menggigil disini
menyaksikan keindahan yang tak ingin ku tinggali
menahan hujan untuk membasahi
terbang.
ku tak ingin
patahkan sayapku segera
lukai aku hingga ku tak sanggup lagi bergerak
agar ku tetap tinggal
menyaksikan tiap titik cahaya keindahan
walau akhirnya aku akan tetap pergi
ditarik oleh sebuah energi
terbang
dan
hilang.
cahaya menerpa
melodi indah meliputi
aku
menggigil disini
menyaksikan keindahan yang tak ingin ku tinggali
menahan hujan untuk membasahi
terbang.
ku tak ingin
patahkan sayapku segera
lukai aku hingga ku tak sanggup lagi bergerak
agar ku tetap tinggal
menyaksikan tiap titik cahaya keindahan
walau akhirnya aku akan tetap pergi
ditarik oleh sebuah energi
terbang
dan
hilang.
Categories
LuVhiniCha's words
Ah, lagi-lagi aku disini.
berada di persimpangan yang gelap dan sempit.
tak ada satupun tanda di jalan ini.
tidak satu petunjuk pun!
hey! ini menakutkan.
apa ada yang mendengarku? tolong jemput aku.
aku hanya bisa berdiri diam disini,
sesekali menatap dua jalan sempit dihadapanku yang seolah tak berujung.
tak ada cukup cahaya yang menerangiku.
aku tak bisa melihat apapun, karena itu aku hanya membatu.
takut bergerak dan menoleh.
aku takut! tak bisa mengambil keputusan akan apa yang harus ku perbuat.
Apa ada seseorang yang menyadarinya?
tolong aku, jemput aku!
atau setidaknya, tunjukkan mana jalanku.
Hey! ini sungguh mengerikan.
sesekali cahaya melintas di sekitar sini.
hanya sekilas,
hanya cukup untuk menghadirkan bayangan diriku di tanah lembab itu sejenak.
Lalu cahaya itu melintas begitu saja,
seolah ingin menunjukkan betapa jauhnya kedua jalan itu.
aku makin bimbang
apa yang seharusnya aku lakukan? mana pilihan yang benar?
Hey kau yang disana! tolong jangan hanya duduk diam saja.
bantu aku.
aku takut akan diriku yang mungkin salah mengambil keputusan.
yang mungkin nanti akan membuatku hilang di telan kegelapan.
berada di persimpangan yang gelap dan sempit.
tak ada satupun tanda di jalan ini.
tidak satu petunjuk pun!
hey! ini menakutkan.
apa ada yang mendengarku? tolong jemput aku.
aku hanya bisa berdiri diam disini,
sesekali menatap dua jalan sempit dihadapanku yang seolah tak berujung.
tak ada cukup cahaya yang menerangiku.
aku tak bisa melihat apapun, karena itu aku hanya membatu.
takut bergerak dan menoleh.
aku takut! tak bisa mengambil keputusan akan apa yang harus ku perbuat.
Apa ada seseorang yang menyadarinya?
tolong aku, jemput aku!
atau setidaknya, tunjukkan mana jalanku.
Hey! ini sungguh mengerikan.
sesekali cahaya melintas di sekitar sini.
hanya sekilas,
hanya cukup untuk menghadirkan bayangan diriku di tanah lembab itu sejenak.
Lalu cahaya itu melintas begitu saja,
seolah ingin menunjukkan betapa jauhnya kedua jalan itu.
aku makin bimbang
apa yang seharusnya aku lakukan? mana pilihan yang benar?
Hey kau yang disana! tolong jangan hanya duduk diam saja.
bantu aku.
aku takut akan diriku yang mungkin salah mengambil keputusan.
yang mungkin nanti akan membuatku hilang di telan kegelapan.
Categories
LuVhiniCha's words
setelah sekian banyak yang terjadi, pada akhirnya aku berakhir disini.
sebuah ruangan kosong berdinding putih.
aku, lagi-lagi hanya sendiri.
ah! bukan!
ada bayangan diriku di dinding itu.
hanya dia yang ada disini selain aku.
aku berjalan mendekat, ingin melihatnya lebih jelas
agar aku tidak begitu merasa sendiri.
namun, semakin ku mendekat, semakin jelas terlihat.
bayangan itu, bayangan bukan diriku!
bayangan itu memang aku tapi juga bukan diriku.
bukan aku yang sekarang berada dihadapannya.
itu...
bayanganku di masa lalu.
sebuah ruangan kosong berdinding putih.
aku, lagi-lagi hanya sendiri.
ah! bukan!
ada bayangan diriku di dinding itu.
hanya dia yang ada disini selain aku.
aku berjalan mendekat, ingin melihatnya lebih jelas
agar aku tidak begitu merasa sendiri.
namun, semakin ku mendekat, semakin jelas terlihat.
bayangan itu, bayangan bukan diriku!
bayangan itu memang aku tapi juga bukan diriku.
bukan aku yang sekarang berada dihadapannya.
itu...
bayanganku di masa lalu.
Categories
LuVhiniCha's words
Hey! disini begitu indah.
duduk diatas singgasana langit tertinggi.
terkubur dalam kata-kata ketika menatap keindahan sekitar yang mulai jingga.
dan dua peri kecil cantik yang terbang dengan ceria.
sayangnya, aku disini terkunci.
sama sekali tak bisa apa-apa
bahkan tak bisa menahan kedua peri itu terbang menjauh walau hanya dengan kata-kata.
Ingin menangis, namun airmata tak kuasa membasahi.
duduk diatas singgasana langit tertinggi.
terkubur dalam kata-kata ketika menatap keindahan sekitar yang mulai jingga.
dan dua peri kecil cantik yang terbang dengan ceria.
sayangnya, aku disini terkunci.
sama sekali tak bisa apa-apa
bahkan tak bisa menahan kedua peri itu terbang menjauh walau hanya dengan kata-kata.
Ingin menangis, namun airmata tak kuasa membasahi.
Categories
LuVhiniCha's words
aku terpaku menatap tanah hijau yang seribu kali lebih indah dari segala keindahan yang pernah kusaksikan.
kesejukan warna hijaunya,
keramahan hembusan angin yang menghanyutkan,
suara tawa desiran sungai yang saling mengejar,
gemersik daun yang tertawa geli digelitik angin,
kehangatan aromanya yang begitu mendamaikan hati,
lukisan biru yang terbentang disekelilingnya,
dan, kehangatan yang langsung menyapa begitu aku memijakkan kaki disana.
ya, setidaknya itulah yang aku ingat.
tak pernah terpikir olehku semua itu hanya akan tinggal sebuah gambaran indah dalam memori.
yang kini kusaksikan begitu mengerikan.
semua keindahan itu terenggut,
hanya dalam sedikit sentuhan sang waktu.
tubuhku gemetar menyaksikan ini
kakiku lemas hingga aku jatuh berlutut
tanah hijau itu hanya tinggal hamparan tanah hitam
dengan hiasan bunga-bunga merah kecil bersinar yang terbang bagai kunang-kunang
tanah hijau itu
tidur dalam pelukan kumpulan kabut gelap menyesakkan
hening
tak ada lagi suara tawa yang dulu ku kenal
hilang
hanya tinggal hal-hal yang mengerikan, yang tak ku kenal
suara renyah dari ciptaan merah yang bersemangat memakan segalanya
kesejukan warna hijaunya,
keramahan hembusan angin yang menghanyutkan,
suara tawa desiran sungai yang saling mengejar,
gemersik daun yang tertawa geli digelitik angin,
kehangatan aromanya yang begitu mendamaikan hati,
lukisan biru yang terbentang disekelilingnya,
dan, kehangatan yang langsung menyapa begitu aku memijakkan kaki disana.
ya, setidaknya itulah yang aku ingat.
tak pernah terpikir olehku semua itu hanya akan tinggal sebuah gambaran indah dalam memori.
yang kini kusaksikan begitu mengerikan.
semua keindahan itu terenggut,
hanya dalam sedikit sentuhan sang waktu.
tubuhku gemetar menyaksikan ini
kakiku lemas hingga aku jatuh berlutut
tanah hijau itu hanya tinggal hamparan tanah hitam
dengan hiasan bunga-bunga merah kecil bersinar yang terbang bagai kunang-kunang
tanah hijau itu
tidur dalam pelukan kumpulan kabut gelap menyesakkan
hening
tak ada lagi suara tawa yang dulu ku kenal
hilang
hanya tinggal hal-hal yang mengerikan, yang tak ku kenal
suara renyah dari ciptaan merah yang bersemangat memakan segalanya
Categories
LuVhiniCha's words
Book Review
Hi readers, here I really hope that you can give me some critics, suggestions, comments, or anything that can help me improve my review. Thank you. :)
BOOK REVIEW
LISTENING IN THE LANGUAGE CLASSROOM
By John Field
Cambridge University Press: Cambridge
2009
As
written at the title, this book is about listening in the language classroom. Mostly,
the author talks about some alternative approaches to teach listening that can
be applied in teaching listening so that the teachers can run their classes better. One of the approaches stated in
this book is comprehension approach. In the chapter, the author suggest a more
effective way to do the comprehension approach.
This
book is written by Dr. John Field, a
senior lecturer in cognition in language learning and assessment. He has
an MA in Linguistics and ELT from the University of Leeds and an MPhil in
English and Applied Linguistics from Cambridge University. He has published
widely on second language listening. In fact, this book, Listening in the
Language Classroom, which
is his most recent book, has reshaped thinking on the teaching of the
skill, and won the international Ben Warren Prize for its contribution to
second language studies.
After I read this book, there are some
topics that interested me. One of them is “listening and the learner” part. In
this chapter, the author wants to consider the ways in which comprehension
approach affects the dynamic of the classroom and to put forward suggestions on
how some of the teaching practices with which the approach is associated might
be made more effective.
For comprehension approach stated in
this chapter, the listening class is teacher-centered. It is the teachers who
control the agenda. It is the teachers who do most of the work. As for
learners, the comprehension approach marks out the student’s role as being to
answer questions. The comprehension approach was founded on the premise that
there is a ‘right’ answer to each question that is asked. Actually, I do not
really agree with what comprehension approach marks for the learner’s role even
though I know that this approach is made by experts. In my opinion, listening
is not only about answer the questions to check the students’ comprehension of
the listening, but listening also, actually, have to ‘train’ the students
ability to listen so that they can comprehend better.
Besides, the writer explains about the
differences between listening in group and
individually. The
interesting fact is that learning listening individually and learning listening
in groups have different effects on learner. They can comprehend better about
what they hear when they listen to the listening in group because they have
some discussion after listening activity. Another advantage is that the learner
becomes more active speaker since they discuss their understanding to each
other. It means that, instead of listening the students can learn speaking as
well. Brown (2006) also said the same idea. He said that “once the listening
tasks have been completed, if time allows, speaking tasks using the same topic
can be done in pairs or groups to give practice interpersonal listening”.
I really agree about having group
listening and discussions because there must be some things that make the
students hard to understand what they listen to. As teachers, they should understand
that all humans are limited in their ability to process information (Brown,
2006). Because of this limitation, I think the teachers should provide some
time for the students to discuss the materials in the listening. Also, it is
because everyone may have different understanding about listening. Even the
best listener can have difficult time (Brown, 2006). This different understanding
may be because sometimes the speakers at the conversation in the recording do
not always say exactly what they mean. That is why we have to check for
meaning. Barker in Brady and Leigh (2005) stated that “words have no
meaning—people have meaning”. Thus it means that the students need to listen
what the speakers trying to say. Therefore, the students need to discuss the
possibilities of what the listening may exactly mean so that they can
comprehend better. In addition, Brown
also stated that “listening courses must make use of students’ prior knowledge
in order to improve listening comprehension” (2006). Therefore the students
need to share they knowledge on guessing what the listening about exactly. If
the students have already had prior knowledge about the topic, they can comprehend
what they listen to easily. Thus, having listening in group and group discussion
afterward is just necessary.
Therefore, for me, I think it would be
good if this method (listening in group) is used in our department. As I have
experienced I have not done listening activity in groups in listening class. We
just listened to the record individually in our sits and answer the questions.
Sometimes, we only have class discussion after the listening activity, but this
is not enough to make all students to participate in the discussion because
only some students who are willing to speak out their opinions. Whereas the students
need chances to express their own ideas and listen to different point of view,
to talk through problems or share ideas to create something new (Dawes, 2011). And,
listening in groups and having the discussion afterward are useful to check the
students understanding of the listening. As Dawes (2011) mentioned that
“children need to say things aloud if they are to check their own understanding
and that of others”. Thus, I think having group listening and group discussion
in listening are worth-considered activities to have in listening class in our
department.
In conclusion, from the benefits that
can be got by the students on their listening comprehension, the more effective
way to do the comprehension approach is to have group listening activity and group
discussion after the listening. Because of that, I personally suggest that this
activities to be used in our department.
References
Brady, M., & Leigh, J. A. (2005). A Little Book of Listening Skills. Paideia Press. Retrieved on
September 15, 2013, from http://libgen.org/book/index.php?md5=CC2EE67929B43AB78E6026C7942265C7&open=0
Brown, S. (2006). Teaching
Listening. Cambridge: Cambridge University Press.
Dawes, L. (2011). Creating
A Speaking and Listening Classroom- Integrating talk for learning at key stage
2. New York: Routledge.
Field, J. (2008). Listening
in the language classroom. Cambridge: Cambridge University Press. Retrieved
on September 10, 2013, from http://libgen.org/book/index.php?md5=0b6e0d06403cbf6df170661577c02f14&open=0
Langganan:
Postingan (Atom)