- Juni 03, 2014 0 komentar
aku disini
duduk sendiri dibawah hamparan langit
menikmati hembusan udara yang tak terlihat
membelai tiap helai rambutku dengan lembut
membawaku kedalam kedamaian diriku

perlahan, warna langit mulai berubah
makin lama makin gelap
didahului oleh warna jingga nan indah
burung-burung pun terbang kembali ketempat asalnya
menghiasi indahnya langit sore ini

aku terpanah, terbuai
lalu berbaring di atas rerumputan hijau yang sedikit basah
basah terkena rintikan air hujan yang sempat datang sebelumnya
sejuk
sangat sejuk terasa di tubuhku
ku rasakan ketenangan yang teramat sangat saat itu
tenang dan damai
bahkan nyaris membuatku terlelap

tanpa sadar aku tersenyum
mengagumi semua yang ada di depan mataku
dan lihat!
bulan purnama mulai menampakkan diri
sebentar lagi bintang-bintang juga akan datang menemani
betapa indahnya malam ini
hingga aku merasa seolah milikku sendiri
- Juni 03, 2014 0 komentar
Akhirnya tetes air hujan itu pun jatuh
setelah menahan diri untuk tetap berada diatas sana
menciptakan gelombang pada genangan yang ada dibawahnya
genangan itu tak bergeming
walau ia tahu tetesan itu akan menghancurkannya
dia tetap saja
tak melawan. tak menolak.
membiarkan tetesan itu jatuh
dan menghantamnya
- Juni 03, 2014 0 komentar
Tidak,
kau tidak merebut semua tempatku berteduh.
kau hanya,
sedikit menggesernya.
sehingga aku basah, karena rintik hujan diluar sana.
jangan khawatir.
walaupun basah, aku baik-baik saja
karena hujan ini
masih berupa rintik-rintik kecil
- Juni 03, 2014 0 komentar
Melukiskan jejak di pinggiran jalan tak terbatas
Menapaki tiap titiknya dengan tertunduk letih
entah sedih
entah mati
tertunduk dalam diam
mencoba merajut kata
sendiri
menanti tiap jiwa
tuk bersatu kembali
- Juni 03, 2014 0 komentar
bintang jatuh yang perlahan menghilang!
memberikan garis terang di tengah langit hitam membentang
melukis keindahan dalam pandangan
menancapkan panah pada hati yang terdiam
- Juni 03, 2014 0 komentar
dia menutup matanya,
menarik napas panjang,
dan membiarkan angin menerpa tubuhnya. .
perlahan airmata mulai mengintip di sela kedua matanya.
dia menangis dalam diam.
setelah setitik air mata itu jatuh,
dia membuka mata
memandang hampa apa yang ada dihadapannya
kemudian dia membuang nafas.
mencoba mengembalikan dirinya
kedua tangannya mulai mengusap pipinya yang basah,
lalu, seolah tak ada yang terjadi,
dia kembali ke aktifitas hariannya,
demikian,
tanpa menyadari seseorang yg memperhatikannya dari kejauhan.
- Juni 03, 2014 0 komentar
dan begitulah,
segala hal seketika menjadi begitu memuakkan!
pemaksaan akan pemikiran-pemikiran mengambang yang dipaksakan untuk tenggelam.
sudah cukup
terpaan kata-kata itu begitu gila
tajam, menghujam
aneh
ciptaan egois yang selalu memaksakan pandangannya
memuakkan

bagai malam yang mengaku terang benderang
bagai siang yang mengaku gelap gulita

 

LuvhiniCha Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review